Triwidadi Info (04/05). Kalurahan Triwidadi membuka peluang kolaborasi dengan para kreator konten untuk mengangkat potensi lokal melalui liputan proses pembuatan gula jawa tradisional yang masih lestari di wilayahnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus promosi wisata edukasi berbasis kearifan lokal.
Melalui ajakan terbuka, para kreator diundang untuk terlibat langsung dalam proses produksi gula jawa, mulai dari penyadapan nira kelapa di pagi hari hingga proses memasak dan pencetakan gula menggunakan batok kelapa. Proses yang tergolong langka ini dinilai memiliki nilai edukasi tinggi sekaligus daya tarik visual yang kuat.
Selain itu, suasana dapur tradisional dengan tungku kayu bakar, wajan besar, serta cairan nira yang mengental menciptakan visual yang estetik dan sinematik, sangat potensial untuk diangkat menjadi konten digital yang menarik. Tak hanya itu, kisah para perajin gula jawa yang masih mempertahankan cara-cara leluhur juga menjadi nilai lebih yang memperkaya sisi human interest dalam konten.
Dari sisi budaya, gula jawa merupakan salah satu warisan kuliner Nusantara yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda. Melalui kolaborasi ini, diharapkan nilai-nilai budaya tersebut dapat kembali diperkenalkan secara luas melalui platform digital.
Dalam kegiatan ini, pihak kalurahan juga telah menyiapkan berbagai fasilitas bagi kreator, di antaranya akses eksklusif mengikuti seluruh rangkaian proses produksi, narasumber dari kalangan perajin dan tim wisata kalurahan, hingga spot-spot menarik untuk pengambilan foto dan video seperti deretan pohon kelapa dan dapur tradisional.
Adapun waktu terbaik untuk melakukan peliputan adalah pada pagi hari, pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, saat proses memasak nira berlangsung. Lokasi kegiatan berada di Pedukuhan Butuh Kidul, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul.
Melalui kegiatan ini, Kalurahan Triwidadi berharap dapat meningkatkan eksposur potensi lokal, mendorong pelestarian budaya, serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata dan konten kreatif. Bagi kreator yang tertarik untuk berkolaborasi, kegiatan ini dibatasi hanya untuk dua kreator setiap minggunya guna menjaga kualitas pengalaman tetap eksklusif dan mendalam.